BARAPOST.COM, MAKASSAR — Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Lontara International Conference 2026 bekerjasama The 14th ELITE International Conference 2026, Jumat-Sabtu (17-18/7/2026). Konferensi internasional yang berlangsung di Balroom Teater Menara Pinisi UNM ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-65 UNM.
Konferensi ini dibuka secara resmi oleh Plt Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan konferensi ini.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut, mengusung tema berjudul "Crossing Boundaries: Language, Literature, and Culture in the Age of AI and Global Interconnectivity". Melalui konferensi ini diharapkan menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, guru, dan para praktisi untuk memperluas jejaring kerja sama, serta berdiskusi berbagai isu terkini tentang bahasa, sastra, budaya, serta teknologi, kecerdasan buatan (AI).
Beberapa presenter dari Indonesia, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Pakistan, serta plenary speakers dari Portugal, Rusia, Malaysia, Filipina, dan India, akan membahas berbagai perkembangan linguistik, pendidikan, komunikasi, sastra, dan teknologi.
Beberapa pembicara antara lain: Prof Arskal Salim (Sekjen Pendidikan Islam Kemenag), Prof. Dr. Hj. Like Rascova Oktaberlina (President ELITE), dr. Anania B Aquino (Filipina), Prof. Dr. Syarifuddin Dollah (Ketua Prodi S3 Pendidikan Bahasa Inggris UNM), Prof. Dr. Didin Nuruddin Hidayat (UIN Syarif Hidayatullah) dan Assoc. Prof. K.J. Vargheese (India).
Adapun pemateri yang hadir secara online via Zoom masing-masing Prof. Luis Miguel Oliveira de Barros Cardosa (Portugal), Prof. Akhtem A Dzelilov (Rusia), Mark-Jhon R Prestoza (Filipina), Prof. Tariq Elyas (Arab Saudi), Prof. Tariq Khan (Pakistan), dan Wong Wei Lun (Malaysia).
Dalam sesi pembukaan kegiatan konferensi ini, juga dilakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) antara UNM dengan Christ College (Autonomous) Irinjalakuda, Kerala, India.
Konferensi ini menghadirkan sebanyak 150 lebih pemateri termasuk paralel session dan diikuti secara luring maupun daring oleh para praktisi serta pemerhati bahasa, para guru, dan dosen Bahasa Inggris.(am/bp)
